Bandung, 27–28 November 2025 – Koperasi BUMI hadir sebagai peserta dalam kegiatan Penerapan Strategi Pemasaran Koperasi Go Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi melalui Asisten Deputi Pemasaran, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi. Kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas pemasaran digital bagi koperasi serta business matching dengan Pendopo Indonesia sebagai pemimpin pasar ritel modern untuk produk fashion, kerajinan, wellness, dan kuliner. Seluruh rangkaian acara dilaksanakan di Hotel Travello, Kota Bandung.
Acara diawali dengan sambutan dari Stephen Stanly selaku Kepala Bidang Pemasaran dan Strategi Koperasi yang menegaskan bahwa “digitalisasi bukan lagi alternatif, tetapi kebutuhan bagi koperasi untuk tetap kompetitif di pasar yang terus berubah.” Ia juga menyampaikan bahwa digitalisasi diperlukan untuk mendukung pengembangan produk, kesiapan koperasi memasuki pasar digital dan pasar modern, serta membuka peluang pasar melalui proses kurasi. Stephen menutup sambutannya dengan harapan bahwa sesi ini menjadi pintu bagi koperasi untuk memperluas ekspansi pemasaran.
Pembukaan resmi acara disampaikan oleh Dr. Tatang Suryana, S.Si., M.Si., Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat. Dalam pesannya, beliau menyampaikan bahwa “digitalisasi adalah langkah awal untuk meningkatkan omzet dan membangun ekosistem koperasi yang lebih kuat.” Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan koperasi, perubahan perilaku konsumen yang menuntut koperasi untuk beradaptasi, serta kebutuhan koperasi untuk terus melakukan inovasi.
Sesi pertama berfokus pada branding, inovasi, dan perlindungan merek yang dibawakan oleh Agung Irianto (PUM Representative Indonesia) dan Ranie Utami Ronie, S.E., M.E. (Kasubdit Permohonan dan Pelayanan Merek DJKI). Dalam pemaparannya, Agung menyampaikan bahwa “konsumen membeli produk bukan hanya karena fungsi, tetapi karena nilai dan cerita yang ada di baliknya.” Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya merek sebagai bagian dari Kekayaan Intelektual serta prinsip-prinsip perlindungan merek. Suasana sesi ini berlangsung interaktif karena peserta turut aktif dalam tanya jawab.
Sesi kedua menghadirkan Putu Laura, Head of Pendopo Indonesia, yang menyampaikan materi bertema “Elevating Cooperative’s Product in Indonesia’s Premium and Modern Retail Sector.” Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa “Pendopo bukan hanya tempat retail, tetapi ekosistem pembinaan UMKM yang membuka akses pasar melalui kurasi, pameran, digital marketing, dan pendampingan berkelanjutan.” Sesi ini diakhiri dengan konsultasi produk, di mana peserta dapat berkonsultasi langsung dengan tim kurator Pendopo Indonesia.
Sesi ketiga menghadirkan Heribertus Tri Admaja selaku konsultan digital marketing dengan topik “Optimizing Strategy to Boost Sales in Digital Platform.” Ia menekankan bahwa konten pemasaran digital harus mampu menarik perhatian, membangun minat, menciptakan keinginan, dan mendorong tindakan, serta menambahkan pesan penting bahwa “konten yang baik bukan hanya menjual, tetapi juga bercerita dan menunjukkan proses di balik produk.” Ia mendorong peserta untuk memulai dari platform digital yang paling mudah dan sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Pada hari kedua, para peserta memberikan testimoni mengenai manfaat kegiatan dan pengalaman selama dua hari mengikuti pelatihan. Acara ditutup secara resmi oleh Stephen Stanly, yang kembali mengingatkan bahwa “ilmu yang diberikan mungkin terdengar umum, tetapi praktiknya masih jarang dilakukan dan di sinilah koperasi harus mulai bergerak.”
Melalui rangkaian sesi pelatihan dan pendampingan selama dua hari, kegiatan Penerapan Strategi Pemasaran Koperasi Go Digital memberikan wawasan penting mengenai inovasi, digitalisasi, serta peluang pemasaran di era modern. Dengan pemahaman baru dan jaringan kolaborasi yang semakin luas, diharapkan koperasi-koperasi di Indonesia mampu meningkatkan daya saing, memperkuat identitas produk, serta beradaptasi dengan perubahan pasar yang terus berkembang. Acara ini menjadi momentum untuk mendorong koperasi melangkah lebih jauh menuju transformasi digital yang berkelanjutan.









